Monday, January 28, 2013

ULTRAS GRESIK, POTRET HEROISME WARGA GRESIK

Sebuah klub sepak bola tidak akan menarik jika tidak memiliki suporter fanatik dan kreatif yang keberadaannya selalu menyertai dalam setiap laga yang dilakoni klub baik laga tandang maupun laga kandang. Cukup Eksentrik dan Heroik tentunya. Keberadaan suporter eksentrik, sangat mewarnai persepak bolaan di tanah air dari generasi ke generasi, bahkan tak jarang, keberadaan para suporter tersebut banyak membantu tim yang di belanya secara sporadis.

Di Gresik Jawa Timur, Suporter fanatik dan kreatif sangat dominan dalam mewarnai perkembangan persepakbolaan di kota pudak tersebut. mulai dari era Galatama hingga era IPL maupun ISL dewasa ini. para suporter tersebut merupakan pendukung dari setiap tim dari kota Gresik, ada yangtersebar menjadi pendukung Gresik United, ada juga pendukung Persegres. Namun yang menarik, baik di era Galatama hingga sepak bola modern seperti sekarang, suporter Gresik identik dengan warna kuning dan mereka akan bersatu padu meleburkan diri menjadi "Ultras", sebutan suporter Gresik. Dari beberapa informasi, terbentuknya Ultras Gresik di awali saat tim kebanggaan Kota Gresik berangkat ke Solo untuk menggelar laga tandang pada tahun 1999 silam.

Dengan hanya berjumlah 13 gelintir personel, Luki, seorang mahasiswa asli Gresik yang kuliah di Malang memberikan nama pada rombongan heroik itu dengan nama ULTRAS yang bermakna Ulah Trampil dan Rasional. "Ultras dibentuk untuk membuat jati diri sebuah supporter yang mampu memberikan dukungan positif dan rasional terhadap tim kebanggaannya,"kata Luki saat itu. Selanjutnya, pada tanggal 5 November 1999, ditetapkanlah sebagai hari lahir Ultras Gresik. Supporter militan ini mengawali kiprahnya dengan pawai besar besaran di dalam kota Gresik dan pertama kali memberikan dukungan ke Jember pada laga Piala Gubenur I dan semakin terkenal setelah mewarnai kancah persepakbolaan tanah air dengan memberikan dukungan yang kreaatif dan eksentrik di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, saat mendampingi Petrokimia Putra menjadi Juara liga Indonesia kala itu. Ultras Gresik bahkan pernah menyabet predikat sebagai supporter terbaik se Jawa Timur pada saat mengiringi Piala Gubernur Jatim dan di nobatkan sebagai supporter kreatif se -Indonesia fersi SIWO -PWI. Meskipun, Petrokimia Putra akhirnya ter-degradasi, hal itu tidak membuat Ultras menjadi patah semangat untuk menghidupkan persepakbolaan di Kota Gresi, terbukti, kini suppoerter yang tergabung dalam Ultras Gresik kian hari kian bertambah banyak mencapai ratusan ribu. Bravo Ultras Gresik, selamat Ultah yang ke 13, semoga tambah jaya. (Gresik Gress)

sumber: http://gresikgress.blogspot.com

Monday, January 7, 2013

Adira Finance Gresik di Kepung Demonstran

Ulah arogan yang dilakukan oleh Adira Finance Gresik mendapat reaksi keras dari masyarakat. Ulah deb collector yang menarik kendaraan tanda prosedur hukum dinilai merugikan konsumen Adira Finance Gresik. Padahal Polri sudah menerbitkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pengamanan Eksekusi Jaminan Fidusia.
Menyikapi arogansi Adira Finance Gresik, DPC LSM Penjara (Pemantau Kinerja Aparatur Negara) bersama puluhan massa  mendatangi kantor Adira Finance yang berada di perkantoran Kartini Buildeing yang berada di Jl. RA Kartini, Senin (7/1). Selain mengecam, massa juga meminta aparat menindak oknum debt collector adira Finance Gresik yang semena-mena terhadap masyarakat.
Massa yang datang dengan puluhan sepeda motor dan menumpang 1 truk tersebut, merangsek ke kantor Adira Finance Gresik. Mereka ngotot minta ditemui oleh manajemen Adira Finance.  Sarmadi (53)warga Desa Gosari Kecamatan Ujungpangkah dan Aslikan (43)warga Desa Sedagaran Kecamatan Sedayu mempunyai pengalaman pahit terhadap Adira Finance Gresik.

“Saya sudah membayar cicilan sepeda motor selama 16 bulan dari 35 bulan. Ketika terlambat 3 bulan, saya titip uang dulu Rp.500 Ribu dan janji beberapa hari akan melunasi. Awalnya, uang diterima oleh juru tagih. Tapi, akhirnya dikembalikan dan sepeda motor saya diambil paksa di rumah,”ujar Sarmadi yang ikut unjukrasa, sebagaimana dikutip media online gresiksatu.
Aslikan, salah satu persrta demonstrasi mengaku sepeda motor kreditannya dirampas ditengah jalan karena terlambat bayar cicilan. “Waktu itu, sepeda motor dipakai pegawai saya. Tapi dicegat ditengah jalan dan dirampas,”akunya. Suasana unjukrasa semakin panas dan massa terus merangsek untuk menerobos pagar betis aparat kepolisian yang berjaga. Sebelum terjadi aksi anarkis, akhirnya manajemen Adira bersedia menemui perwakilan pengunjukrasa untuk berdialog di dalam kantor.
Seusai dialog, perwakilan pengunjjuk rasa Vicky Nurdin didampingi Rudi Hartono mengaku telah tercapai kesepakatan dalam pertemuan tersebut.
Sebab, menurut Rudi Hartono ada SK dari Mabes Polri, bahwa, polisi yang berhak menarik kendaraan kredit setelah ada kekuatan hukum tetap. Sehingga, pihak leasing tidak berhak menyuruh debt colecttor untuk menarik paksa kendaraan kreditan yang menunggak.
Ulah beberapa perusahaan leasing yang menggunakan jasa debt collector memang seringkali meresahkan konsumen. Beberapa debt collector bahkan seringkali mengabaikan prosedur dalam menarik kendaraan yang telat membayar.
Seperti diketahui, Polri menerbitkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pengamanan Eksekusi Jaminan Fidusia. Ini dilakukan untuk mengantisipasi tindak kekerasan terhadap nasabah atau debitur. Sebab beberapa tahun terakhir ini, sering kali terjadi kekerasan yang dilakukan debt collector terhadap debitur yang tidak bisa membayar kewajibannya, seperti penarikan paksa sepeda motor atau mobil di tengah jalan. Bahkan ada nasabah yang dianiaya debt collector hingga tewas.
Dengan adanya Peraturan ini maka diharapkan penyelesaian sengketa antara pihak Debitor dan Kreditor dapat diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku serta tanpa menimbulkan akses masalah baru. Akan tetapi beberapa perusahaan leasing lebih mencari jalan pintas dengan menggunakan jasa debt collector seperti yang dilakukan oleh Adira Finance Gresik. (GS, edtr:anang)


sumber : www.gresik.co

Sunday, January 6, 2013

Kades Bejat di demo Warga

Gresik – Terjadinya tindak asusila yang dilakukan kades sumurber Panceng Gresik AS satu bulan yang lalu menuai protes dari warganya setelah beberapa hari yang lalu demo menutup mata yang dilakukan Tasyrikin, pagi ini Senin 7/1/13 kembali terjadi demo yang dilakukan Eliya Farida seorang ibu beserta 6 anaknya, dengan orasi dan membagikan brosur Ibu 6 anak ini berjalan menaiki mobil bak sepanjang jalan sumurber

Aksi tersebut dilakukan karena beberapa alasan yang pertama tidak ada yang berani secara terang terangan mengingatkan perbuatan asusila tersebut, yang kedua masih banyak orang dibelakang kades yang membela, dan yang ketiga BPD atau Badan Pemerintahan Desa yang berisi tokoh mayarakat tidak berfungsi dengan baik dan diam saja. Begitu Orasi Eliya Farida sambil membacakan brosur yang dibagikan Warga SumurBer yang melintasi baik ibu atau anak sekolah madrasah yang berada tepat sebelum Kantor kepala desa ini mulai berkumpul dan mendengarkan orasi yang berasal dari suara sound yang cukup keras diatas mobil yang dibawa oleh Eliya tersebut, berbagai poster terlihat di bawa oleh peserta aksi seperti tulisan “Wis jelas jelas bejat kok gak tau diri” “Luwih Apik tobato, bee Allah sih gelem nrimo” dan spanduk bertuliskan seorang ibu beserta 6 anaknya sedang mendemo kades bejat menuntut agar turun dari jabatanya

Aksi damai menuntut turunnya kades incumbent trernodai dengan Adanya oknum pro Kades berinisial H yang melakukan pemukulan terhadap Ghozali yang sedang membagi brosur, insiden tersebut segera tertangani karena aparat yang menjaga bertindak sigap, dan segera mengamankan pelaku.

Kecamatan Dukun Gresik Siaga III Banjir

Gresik - Kabupaten Gresik, Jawa Timur, khususnya wilayah Desa Tiremenggal, Kecamatan Dukun, ditetapkan berstatus siaga III banjir yang disebabkan meluapnya Bengawan Solo. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Supandi, Jumat (4/1), mengatakan status itu ditetapkan karena setidaknya 30 rumah warga sudah mulai terendam banjir. "Sebanyak 30 rumah warga berada di bantaran Bengawan Solo, dan halamanrumahnya sudah mulai terendam, oleh karena itu kita berlakukan siaga III, khususnya di Desa Tiremenggal," katanya. 
Kecamatan Dukun Gresik Siaga III Banjir

Sementara, daerah lain di Kabupaten Gresik seperti Kecamatan Bungah, Manyar serta Ujung Pangkah yang juga dilintasi Bengawan Solo belum ditetapkan status, sebab kondisi rumah warga belum terendam dan masih aman. Sebelumnya, BPBD Kabupaten Gresik juga telah mengantisipasi meluapnya Bengawan Solo dengan melakukan koordinasi petugas BPBD Bojonegoro dan memantu terus debit air Bengawan Solo. Koordinasi dilakukan untuk melihat perkembangan setiap detiknya debit air Bengawan Solo yang juga melalui kawasan Kabupaten Gresik. "Kita terus lakukan koordinasi dengan pihak BPBD Bojonegoro," katanya. Sementara itu laporan terakhir banjir akibat luapan Bengawan Solo di Bojonegoro, sudah berangsur-angsur surut, namun ketinggian air di hilir yang meliputi Tuban, Lamongan dan Gresik, masih merangkak naik dengan status Siaga II dan III. 

Kecamatan Dukun Gresik Siaga III Banjir 
sumber : metrotvnews.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More