Showing posts with label radar gresik. Show all posts
Showing posts with label radar gresik. Show all posts

Sunday, September 2, 2012

Lebih Dekat dengan Sanggar Daun Gresik: Selamatkan Lingkungan dengan Kreasi Seni, Lahirkan Prestasi

Lebih Dekat dengan Sanggar Daun Gresik: Selamatkan Lingkungan dengan Kreasi Seni, Lahirkan Prestasi Dunia Lingkungan yang belakangan ini semakin rusak, membuat sebagian orang berusaha menyelamatkannya. Atau setidaknya ingin mencegah supaya tidak semakin parah. Caranya, ada banyak hal. Salah satunya adalah melalui jalur kesenian. 




inilah yang dipilih Sanggar Daun untuk menyelamatkan lingkungan. Sanggar Daun merupakan sebuah sanggar lukis anak yang ada di Gresik, yang memfokuskan pada upaya penyelamatan lingkungan, dengan menggunakan media seni lukis bagi anak-anak. Koordinator sekaligus pendiri Sanggar Daun, Arik S. Wartono (37), mengatakan dirinya mendirikan sanggar itu pada tahun 2004. Ini diawali rasa keprihatinannya terhadap semakin rusaknya lingkungan hidup yang ada di Indonesia. “Saya ini pada mulanya adalah aktivis lingkungan di Walhi,” akunya. Meskipun begitu, Arik merasa apa yang dilakukannya selama menjadi aktivis lingkungan masih tidaklah efektif. “Kan kadang kita cuma teriak-teriak, ataupun hanya demo-demo saja Kalau begitu kan namanya itu tidak efektif,” katanya. 

 Sehingga dari situ, Arik mencari media lain untuk menyuarakan keprihatinannya, dan ia menemukan seni lukis sebagai cara yang bagus sebagai langkah advokasi untuk menyelamatkan lingkungan. “Ya saya juga kan sebenarnya lulusan dari seni rupa, jadi ya agak nyambung,” katanya sambil tersenyum. Melalui Sanggar Daun, Arik ingin memotong generasi, supaya generasi yang mendatang lebih mencintai lingkungan mereka sendiri. Karena itulah, Arik pun gencar melakukan promosi di sekolah-sekolah, untuk mengajak para siswa lebih mencintai lingkungan, melalui dunia seni lukis. Dalam memberikan pengajaran kepada para siswanya, Arik lebih memilih mengajak mereka untuk melihat dunia luar, daripada hanya melukis di dalam kelas atau sanggar saja. Sebab, kalau hanya melukis di dalam kelas saja, maka kreatifitas murid menjadi terbatas. “Nanti anak-anak hanya akan melihat tembok, gurunya, kursi, ataupun mejanya saja. 

Akibatnya seperti pada saat kita TK dulu, dimana kalau menggambar pemandangan gunung selalu ada jalan, dan matahari,” katanya. Arik berharap, dengan mengajak para siswanya menggambar di dunia luar, mereka akan bisa lebih mencintai lingkungan dan alam sekitar. “Jadi kalau mereka menggambar pemandangan juga tidak berdasarkan cerita orang-orang saja, tapi langsung di alam,” kata Arik. Akhirnya, usaha keras yang dilakukan Arik, membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Sanggarnya kini memiliki ratusan siswa untuk menggeluti dunia seni lukis, yang tentunya menggunakan basic kecintaan pada lingkungan dan alam. Para siswanya sering mengikuti kompetisi melukis yang diadakan dunia internasional, seperti di Inggris, Jepang. Dan hasilnya, tidak jarang dari mereka tampil sebagai juara. 

Diantara para siswa Sanggar Daun yang menjadi juara adalah Sabrina Humaira (7) yang menggambar ular tangga, dan menjadi juara pertama Children’s Art Competition of Look&Learn di London. Lalu ada Grandis Vandriana (6), yang menjadi juara 2 dalam IENO- Hikari Association di Jepang. Bahkan, lanjut Arik, hasil karya para siswanya juga pernah sampai kepada tangan Sekjen PBB Ban Kim Moon. “Saat itu Ban Kim Moon menyatakan rasa kagumnya terhadap seni lukis yang berbasis lingkungan hidup dan alam.”

 : Radar Surabaya 25 Februari 2012 HAL 

Saturday, June 23, 2012

Donor Darah Polres Gresik; Anggota Nyaris Pingsan Hingga Takut Kena Jarum Suntik


Polisi juga manusia, adakalanya dia mengalami kekhawatiran pada sesuatu yang sebenarnya bagi yang lain dianggap umum. Itu terjadi saat Polres Gresik melaksanakan donor darah di aula, Jumat pagi.

Courtessy: Radar Surabaya (Gresik) 23 Juni 2012

TIDAK hanya takut, ada juga anggota Satlantas yang sehari-hari kuat berdiri di pinggir jalan tiba-tiba nyaris ambruk usai darahnya disadap. Sejumlah kejadian unik mewarnai pelaksanaan acara donor darah di Mapolres Gresik. Saat dimulai pelaksanaan donor darah, tiba-tiba ada sejumlah polisi yang memilih meghindar karena takut dengan jarum suntik. Entah guyon atau serius, dari raut mukanya memang tampak seperti orang ketakutan. Ada juga anggota Satlantas Polres Gresik yang awalnya mantap ingin mendonorkan darahnya tiba-tiba drop usai darahnya diambil.

Polisi itu adalah Bripka Abdul Kholiq yang sehari-hari bertugas di Unit Laka Satlantas Polres Gresik. Bintara polisi ini, tiba-tiba saja terhuyung- huyung hampir jatuh setelah diambil darahnya. Beruntung, saat itu rekan-rekannya sesama polisi yang ada di sebelahnya dengan sigap menangkap tangannya, dan membaringkannya di aula Polres Gresik. Suasana itu sempat membuat beberapa rekannya menjadi panik.

Selanjutnya, seluruh pakaian Kholiq pun direnggangkan, dan diistirahatkan selama beberapa menit. Beruntung, tidak lama kemudian Kholiq pun segera siuman. Saat sadar, Kholiq mengatakan saat itu pandangan matanya tiba-tiba saja berkunang- kunang, dan gelap. Setelah itu, dia merasa ada yang mengangkat badannya.

“Saya tidak tahu penyebabnya kenapa? Tapi tiba-tiba saja menjadi pusing,”jelasnya. “Tapi sepertinya tidak masalah, karena saya memang berniat untuk melakukan donor,”pungkasnya sambil tersenyum.

Jajaran Polres Gresik kemarin mengadakan kegiatan donor darah di Mapolres Gresik. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka untuk memperingati HUT Polri ke- 66. Dalam kegiatan tersebut, seluruh jajaran anggota polisi, baik yang bertugas di polres, maupun polsek seluruh Gresik ikut serta meramaikan acara itu, dengan menyumbangkan darah mereka. Kapolres Gresik AKP Zulfikar Tarius mengatakan, selain untuk memperingati HUT Polri, acara itu diadakan juga dalam rangka untuk membantu PMI yang sering mengalami kekurangan persediaan darah. “Karena seperti yang kita ketahui sendiri, akhir-akhir ini kan kita sering mendengar, kalau stok darah di PMI itu semakin menipis saja,”ungkapnya.

Zulfikar menambahkan, terkadang sebagian anggota masyarakat masih meremehkan tentang sedikitnya bantuan darah yang mereka berikan. Namun, Zulfikar melanjutkan, bagi mereka yang kekurangan hal itu akan sangat berguna sekali kemanfaatannya.

Lebih lanjut Zulfikar memberikan contoh mengenai salah seorang yang telah mengalami kecelakaan lalu lintas, lalu mengalami kekurangan darah. “Saat-saat seperti itu, terkadang kita, bahkan saya sendiri merasa, betapa berharganya arti setetes darah kita bagi orang lain,”ucapnya.

Zulfikar menuturkan, dirinya sering menyaksikan para keluarga korban tersebut berupaya sekuat mungkin untuk mendapatkan bantuan darah. “Para keluarga korban atau pasien itu, selalu pontang-panting, ke sana kemari, bahkan rela melakukan apa saja, supaya sanak keluarganya bisa mendapatkan bantuan darah,”tuturnya. “Sehingga, kadang saya sendiri juga sering trenyuh meyaksikan adegan-adegan yang seperti
itu,”imbuhnya.



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More